![]() |
| Ilustrasi Waktu Bernyanyi Bersama Sahabat. Sumber Foto: Pexels.com |
Menumpahkan keluh kesah dengan orang terdekat melegakan
dadamu. Bisa berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan menertawakan candaan
receh. Kamu merupakan sosok yang paling dinanti. Karena suasananya menjadi
ramai, hingga lupa waktu.
Malam itu, sedikit berbeda dari biasanya. Awalnya hanya
berbincang dan makan malam saja, tetapi kamu iseng mengajak karaoke. Lantas
sahabatmu menanggapi dengan serius, hingga langsung memilih tempat di daerah
Jakarta Timur. Tepatnya di Venus Karaoke Keluarga, Mall Tamini Square Lantai 2,
Pinang Ranti, Kampung Makasar, Jakarta Timur.
Karaoke menjadi salah satu caramu untuk meluapkan emosi
tanpa menyakiti, yaitu dengan lewat kata yang diiringi alunan musik yang indah.
Makan malam pun sudah selesai. Kamu langsung bergegas menuju ke tempat karaoke.
Tiba-tiba sahabatmu mendapatkan informasi kalau ada tugas dari dosennya dan
dikumpulkan malam itu juga. Kamu menunggu sahabatmu untuk mengerjakan tugasnya.
Hari semakin larut, sahabatmu belum kunjung selesai
mengerjakan tugasnya. Sahabatmu pun memutuskan untuk mengerjakannya di jalan,
untuk tidak membuang-buang waktu. Apalagi perjalanan cukup jauh, dan jalanan
juga ramai dengan kendaraan roda empat yang berbaris di tengah jalan.
Ada saja hambatan ketika hendak ingin jalan. Sahabatmu
kehabisan baterai dan kamu pun berinisiatif meminjamkan handphone-mu. Saat di
pertengahan jalan, mendadak sahabatmu berhenti karena keyboard handphone-mu berubah
tampilan. Untungnya, langsung bisa diperbaiki dan melanjutkan perjalanan.
Sesampai di tempat karaoke, sahabatmu menyarankan untuk
parkir kendaraan di luar mall karena parkiran di dalam mahal. Terlihat mall
sudah sangat sepi, ruko-ruko pun sudah tutup. Hanya kamu dan sahabatmu
pengunjung yang baru datang. Kamu pun langsung naik ke lantai 2, dan menyewa
ruangan karaoke selama 2 jam.
Pilihan ruangan karaokemu di paling belakang. Kamu langsung
membuat playlist lagu yang ingin dinyanyikan. Sahabatmu memilihkan lagu yang
galau, hingga menguras energi. Teriakanmu sungguh paling keras diantara
sahabatmu. Tampak raut wajahmu penuh dengan banyak pikiran, emosi, dan rasa
sedih yang tak karuan.
Kamu pun jingkrak-jingkrakkan di atas sofa, hingga petugas
memberikan peringatan yang membuatmu terkejut. “Dilarang menaiki sofa!” tulis
petugas lewat monitor. Sahabatmu juga kebingungan darimana petugas tahu karena
tidak terlihat ada Closed Circuit Television (CCTV) di dalam ruangan.
Tarikan nadamu semakin tinggi, untaian kata yang dilontarkan
menyayat hati. Kamu terlihat medalami peran disetiap lirik. Kekesalan dalam
jiwamu seperti tersampaikan secara tidak langsung. Sedikit terobati rasa
sesakmu sambil menari, hingga tertawa cekikikkan.
Tak terasa sudah pukul tengah malam kakakmu pun menelpon
terus menerus. Dirimu panik lantaran waktu menyewa masih 15 menit lagi. Kamu
juga harus menunggu sampai waktunya habis. Ketika keluar dari karaoke, ternyata
mall sudah tutup. Kamu mencari jalan keluar dengan lewat lift pengangkut
barang. Karena hanya itu satu-satunya jalan yang masih buka.
Jalanan sudah sangat sepi, jantungmu berdebar begitu
kencang. Pasalnya, tempat parkir kendaraanmu itu juga sudah ditutup. Kamu menggedor
pagar untuk membangunkan tukang parkir. Untungnya, tukang parkirnya bangun.
“Seharusnya kalau udah lewat jam 10, ngambil besok pagi, neng!” seru tukang
parkir dengan raut wajah yang seram.

0 Comments